Riset Teknologi Presisi Status Hara Lahan Hortikultura memperkenalkan penelitian terkini yang berfokus pada pemantauan dan analisis status hara tanah secara akurat menggunakan teknologi presisi. Dengan memanfaatkan teknologi canggih seperti sensor tanah, pemetaan variabilitas, dan sistem informasi geografis (SIG), riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan hara secara spesifik di setiap bagian lahan. Pendekatan ini memungkinkan para petani untuk mengoptimalkan penggunaan pupuk dan meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih sehat dan hasil yang maksimal. Selain itu, kami juga berfokus pada upaya untuk meminimalkan dampak lingkungan melalui penggunaan pupuk yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Temukan lebih lanjut mengenai inovasi terbaru dalam teknologi presisi yang dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian Anda.
Daftar Penelitian Teknologi Presisi Status Hara Lahan
| Judul Riset | Ringkasan Riset | PJ / Email |
| Analisis Presisi Status Hara Tanah untuk Hortikultura Bawang Merah & Cabai — Brebes, Jawa Tengah | Penelitian ini memetakan variabilitas spasial parameter tanah (pH H₂O/KCl, DHL/EC, C-organik, N total, P₂O₅, K, dan kejenuhan basa) pada areal bawang merah dan cabai di Brebes untuk mendukung penerapan teknologi presisi. Data uji tanah dianalisis untuk membentuk zona pengelolaan hara dan peta resep pemupukan berbasis kebutuhan aktual tanaman. Rekomendasi diarahkan pada aplikasi dosis variabel, peningkatan bahan organik pada zona defisit, serta optimalisasi efisiensi input dan produktivitas hortikultura berkelanjutan. | Araz Meilin |araz002@brin.go.id |
| Evaluasi Presisi Status Hara & Pengelolaan Nutrisi Perkebunan Teh — Gambung, Bandung, Jawa Barat | Riset ini mengevaluasi kondisi kimia tanah pada perkebunan teh Gambung dengan fokus pada pH masam, ketersediaan unsur hara makro, dan kandungan bahan organik. Pendekatan teknologi presisi digunakan untuk mengidentifikasi zona tanah yang memerlukan intervensi spesifik guna menjaga kualitas dan konsistensi produksi teh. Hasil penelitian menjadi dasar rekomendasi pengelolaan nutrisi dan bahan organik berbasis zona lahan. | Dwinita Wikan Utami | dwin011@brin.go.id |
| Analisis Presisi Status Hara untuk Perkebunan Durian — Pangandaran, Jawa Barat | Penelitian ini menganalisis status hara tanah pada lahan durian untuk menilai kecukupan unsur hara utama dan keseimbangan nutrisi pada tanaman tahunan. Variasi status hara antar zona perakaran digunakan untuk merumuskan rekomendasi pemupukan presisi yang efisien dan berkelanjutan. Pendekatan ini mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas buah durian berbasis kebutuhan spesifik lokasi. | Ellina Mansyah |
| Pemetaan Presisi Status Hara & Rekomendasi Pemupukan untuk Cabai — Cianjur, Jawa Barat | Riset ini memetakan status hara tanah pada lahan cabai di Cianjur melalui analisis pH, C-organik, N, P, dan K. Hasil pemetaan digunakan untuk menyusun rekomendasi pemupukan presisi berbasis fase pertumbuhan tanaman dan kondisi spesifik lokasi. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, menjaga kesuburan tanah, dan menstabilkan hasil produksi cabai. | Wiratno | wira007@brin.go.id |
| Survey Assessment of the Potential Impact of Crop Nutritional, Soil, and Pathogen Limitations — Tawangmangu (Bawang Putih) | Studi ini mengevaluasi keterbatasan nutrisi tanaman, kondisi tanah, dan kejadian patogen pada lahan bawang putih di dataran tinggi Tawangmangu (1.200–1.400 mdpl). Metode mencakup survei lapang sistematik, pengambilan sampel tanah dan tanaman, analisis laboratorium untuk parameter hara (N, P₂O₅, K), pH, DHL/EC, serta inventarisasi hama/penyakit. Analisis DRIS digunakan untuk menilai ketidakseimbangan nutrisi dan merumuskan rekomendasi pemupukan spesifik plot. Output berupa peta zona kendala nutrisi dan daftar intervensi (pemupukan, tindakan sanitasi/patk, dan rekomendasi amelioran) yang dapat langsung diaplikasikan oleh petani serta rekomendasi monitoring untuk mengurangi serangan penyakit dan meningkatkan produktivitas umbi. | Muhammad Prama Yufdy |
| Smart fertigation system berbasis IoT dan data analytics | Penelitian pengembangan sistem fertigasi pintar yang memanfaatkan sensor (kelembapan tanah, konduktivitas/DHL, pH), aktuator pompa/valve, dan platform analitik untuk mengoptimalkan pemberian nutrisi larut air secara real-time. Sistem menggabungkan model kebutuhan tanaman (fenofase), data cuaca, dan algoritma kontrol adaptif untuk melakukan split-application dan variable-rate fertigation. Hasil yang diharapkan: pengurangan penggunaan pupuk kimia berlebih, peningkatan efisiensi penyerapan hara, stabilitas produksi, dan dashboard monitoring untuk petani/penyuluh. Keluaran teknis mencakup prototipe IoT, algoritma rekomendasi, dan studi ekonomika penerapan. | Siti Himawati |
| Pemetaan Status unsur hara tanah untuk rekomendasi pemupukan cabai di lahan rawa — Tapin, Kalsel (Cabai Rawit, Cabai Hiyung) | Riset ini memetakan ketersediaan unsur hara pada lahan rawa di Tapin (0–500 m dpl) untuk mendukung rekomendasi pemupukan cabai rawit. Metodologi: grid sampling pada rentang kedalaman relevan, analisis pH, P tersedia, K tersedia, C-organik, serta uji kualitas buah (capsaicin, vitamin C, protein). Hasil memberikan peta variabilitas hara, identifikasi zona defisit/surplus, dan rekomendasi dosis/pola aplikasi (starter-P, penambahan K, perbaikan organik) berdasarkan kebutuhan fase vegetatif/produksi. Penelitian juga menilai hubungan kondisi tanah dengan parameter mutu cabai (capsaicin dll.) untuk rekomendasi yang memadukan kuantitas dan mutu. (Catatan: analisis tanah dilakukan pada 2023 di Kab. Tapin). | Nurmili Yuliani |
| Transformasi Pertanian Ramah Lingkungan: Integrasi Status Hara Tanah, Pupuk Hayati Berbasis Metagenomik–Metabolomik — (Brebes/Yogyakarta/Probolinggo) | Penelitian interdisipliner yang menggabungkan analisis status hara tradisional dengan pendekatan metagenomik dan metabolomik untuk mengembangkan pupuk hayati berbasis komunitas mikroba dan metabolit tanah. Aktivitas mencakup survei status hara, isolasi dan karakterisasi mikroba tanah, analisis komposisi metabolit yang memengaruhi ketersediaan hara, serta uji lapang awal untuk menilai efektivitas pupuk hayati pada bawang dan cabai. Tujuan akhir: formulasi pupuk hayati yang meningkatkan ketersediaan nutrien, memperbaiki C-organik, dan mengurangi ketergantungan pupuk kimia — dengan panduan aplikasi presisi berdasarkan zonasi hara dan profil mikrobioma. | Markus Anda |
| Kelas Kesesuaian Lahan Detail untuk Hortikultura — (Pasuruan / Bogor / Brastagi) | Proyek pemetaan kesesuaian lahan tingkat detail untuk berbagai komoditas hortikultura, memadukan data tanah (tekstur, pH, kedalaman, drainase), iklim mikro, topografi, dan kebutuhan spesifik komoditas. Output meliputi peta kelas kesesuaian, rekomendasi rotasi/komoditas terbaik per blok, dan pedoman perbaikan lahan (drainase, amandemen pH, perbaikan organik). Pendekatan ini menyediakan alat perencanaan ruang bagi pengambil keputusan lokal dan penyuluh untuk mengarahkan investasi dan praktik budidaya yang sesuai agroekologi setempat. | Markus Anda |
| The Development of Enhanced Rock Weathering (ERW) Technology and Biochar as Carbon Capture Materials — Lampung | Penelitian teknologi ERW dikombinasikan dengan biochar untuk mempercepat pelapukan mineral silikat sehingga menyerap CO₂ dan pada saat yang sama meningkatkan ketersediaan basa dan perlahan memperbaiki kesuburan tanah. Metode: uji laboratorium untuk laju pelarutan mineral, pembuatan dan karakterisasi biochar dari biomassa lokal, uji kompatibilitas aplikasi pada tanah pertanian (efek pH, Ca/Mg, retensi air), dan estimasi mitigasi karbon. Hasil diharapkan berupa protokol aplikasi ERW+biochar yang aman, estimasi potensi penangkapan karbon per hektar, dan rekomendasi biaya-manfaat bagi petani. | Triyani Dewi |
| Keragaman komunitas bakteri rizosfer di lahan gambut dan potensinya sebagai bakteri pemacu pertumbuhan — Kampar, Riau | Studi biodiversitas mikroba rizosfer pada lahan gambut untuk mengidentifikasi konsorsium bakteri yang berpotensi menjadi PGPR (plant growth-promoting rhizobacteria). Metode meliputi sampling zona rizosfer, isolasi dan sequencing mikroba, uji in vitro sifat PGP (fiksasi N, solubilitas P, produksi hormon, antagonisme patogen), serta uji bioassay pada tanaman indikator. Tujuan: menemukan kandidat inokulan mikroba yang cocok untuk lahan gambut (memperbaiki ketersediaan hara dan toleransi stres), serta rekomendasi formulasi dan metode aplikasi (seed coating, soil drench) untuk meningkatkan produktivitas tanpa merusak ekosistem lahan gambut. | Nurhayati |
