Riset Remediasi dan Dekontaminasi Hortikultura berfokus pada pengembangan solusi inovatif untuk mengatasi masalah kontaminasi dan pencemaran dalam pertanian dan hortikultura. Riset ini bertujuan untuk menemukan metode yang efektif dalam membersihkan tanah, air, serta tanaman dari zat berbahaya yang dapat mempengaruhi kualitas hasil pertanian. Dengan pendekatan berbasis ilmiah, kami berusaha untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi pertumbuhan tanaman, sekaligus mendukung keberlanjutan pertanian yang ramah lingkungan. Temukan lebih lanjut mengenai teknologi dan metode terbaru dalam remediasi dan dekontaminasi yang kami kembangkan untuk meningkatkan hasil hortikultura yang lebih berkualitas dan aman.

Daftar Penelitian Remediasi dan Dekontaminasi Lahan Tercemar

Judul Riset Ringkasan Riset PJ / Email / Telp
Optimalisasi teknologi Remediasi Lahan Pertanian Terkontaminasi Residu Pestisida dan Logam Berat Riset ini mengembangkan dan menguji pendekatan teknologi remediasi terpadu untuk lahan pertanian yang terkontaminasi residu pestisida dan logam berat. Fokus pada seleksi remediator (organik/anorganik/biochar/mikroba), optimasi dosis & metode aplikasi, dan evaluasi efektivitas melalui analisis pra-/paska-aplikasi terhadap parameter tanah (N, P, K, C-organik, KTK, pH) serta residu pada tanaman. Tujuan praktis: protokol remediasi yang efektif, aman, dan terukur untuk menurunkan residu kimia serta memulihkan produktivitas lahan. Hidayatuz Zu’amah
hida018@brin.go.id
aya.zuzun@gmail.com
Optimasi remediasi residu pestisida melalui pemanfaatan humat dan nano-biochar Penelitian ini mengevaluasi nano-biochar yang diperkaya humat sebagai agen adsorben dan stabilisator residu pestisida di lahan bawang merah (Pati). Metodologi meliputi karakterisasi nano-biochar, uji lapang GH-lapang pada sentra bawang, dan pengukuran efek terhadap penurunan residu pestisida sekaligus dampak pada retensi N. Harapannya nano-biochar/humat dapat menurunkan residu, mengurangi kehilangan N, dan meningkatkan ketersediaan hara secara berkelanjutan. Elisabeth Srihayu Harsanti
elis010@brin.go.id
esharsanti@gmail.com
Mitigasi residu pestisida melalui pemanfaatan biopestisida di lahan sayuran Riset bertujuan mengganti atau mengurangi penggunaan pestisida sintetik pada lahan sayur (Magelang) melalui penerapan biopestisida yang selektif dan ramah lingkungan. Kegiatan mencakup uji efikasi biopestisida terhadap target hama, monitoring residu pada tanah dan tanaman, serta penilaian dampak pada mikrobiota tanah dan hasil panen. Output diharapkan berupa rekomendasi biopestisida efektif yang menurunkan beban residu tanpa mengorbankan produktivitas. Elisabeth Srihayu Harsanti
elis010@brin.go.id
esharsanti@gmail.com
Profiling metabolit tanaman akibat kontaminasi logam berat dan residu pestisida serta teknologi remediasinya Studi ini memetakan perubahan profil metabolit tanaman (cabai/tomat/kentang) yang terjadi akibat paparan logam berat dan residu pestisida serta menguji teknologi remediasi yang dapat memitigasi akumulasi senyawa berbahaya. Metode mencakup analisis metabolomik plant tissue, korelasi antara profil metabolit dengan level kontaminan tanah, dan uji intervensi remediasi (amendemen/biochar/mikroba). Hasil memberi pemahaman mekanistik serta pedoman teknologi untuk mengurangi transfer kontaminan ke produk pangan. Asep Kurnia
asep063@brin.go.id
Optimalisasi pemanfaatan biochar sebagai teknologi remediasi lahan tercemar residu pestisida dan logam berat Proyek ini menguji berbagai jenis dan dosis biochar untuk remediasi lahan sayuran di Bantul; meliputi studi adsorpsi residu pestisida/logam, efek pada sifat tanah (pH, C-organik, KTK), dan respons tanaman. Rangkaian uji menghasilkan rekomendasi formulasi biochar dan metode aplikasi (penyebaran/inkorporasi) untuk meminimalkan bioavailabilitas kontaminan dan memulihkan produktivitas lahan secara aman. Cicik Oktasari Handayani
cici002@brin.go.id
cicik.oktasari@gmail.com
Penelitian teknologi arang aktif untuk menurunkan residu insektisida Uji lahan lengkap pada kubis (Cianjur, Andosol) menunjukkan arang aktif memiliki kemampuan adsorpsi >50% terhadap residu insektisida (organoklorin/organofosfat). Dosis uji ~500 kg/ha diaplikasikan ke tanah; parameter yang diukur mencakup kandungan residu di tanah, air, dan jaringan tanaman (analisis kromatografi gas). Riset memvalidasi arang aktif sebagai remediator efektif untuk menurunkan eksposur residu pada rantai pangan. Asep Kurnia
asep063@brin.go.id
Teknologi Pengkayaan Arang Aktif dengan Mikroba Pendegradasi Senyawa POPs Penelitian mengembangkan arang aktif yang diinokulasi dengan mikroba pengurai POPs untuk mempercepat degradasi senyawa persistent. Pendekatan kombinasional (adsorpsi + biodegradasi) diuji pada lahan Pati, dengan evaluasi laju degradasi residu, perubahan metabolit residu, dan kelangsungan aktivitas mikroba di tanah. Target: solusi remediasi yang lebih cepat dan sustainable untuk senyawa POPs. Asep Kurnia
asep063@brin.go.id
Identifikasi Mikroba Pendegradasi Residu Pestisida Studi ini mengidentifikasi dan menguji mikroba lokal yang mampu mendegradasi residu pestisida pada lahan sawi (Bandung). Meliputi isolasi, screening aktivitas degradasi in vitro, dan validasi di uji lab serta uji lahan. Kandidat mikroba potensial diharapkan diproses menjadi inokulan bioaugmentasi yang dapat dipakai untuk menurunkan beban residu di lapang. Asep Kurnia
asep063@brin.go.id
Remediasi Cemaran Bahan Agrokimia melalui Pemanfaatan Amelioran Berbasis Biochar & Kompos di Lahan Bawang Merah Uji lahan di Pati (Inceptisol) yang lengkap: aplikasi biochar 15 t/ha + kompos 20 t/ha (tongkol jagung, sekam padi, bagasse) menunjukkan penurunan kontaminan—Cd turun ~19,7% dan mankozeb turun ~35,1% pada tanah setelah perlakuan. Penelitian juga mengukur sifat kimia tanah (N total 0,39%; P 475,33 mg/kg; K 100,01 mg/kg; C-organik 0,86%; pH H₂O 5,88), residu pada tanaman, pertumbuhan dan komponen hasil. Hasil membuktikan kombinasi biochar+kompos efektif menurunkan bioavailabilitas logam dan residu pestisida serta meningkatkan kualitas tanah dan hasil bawang merah. Triyani Dewi
triyani.dewi@brin.go.id