Riset ini mengevaluasi efektivitas berbagai pupuk dan amelioran dalam meningkatkan kesuburan tanah, produktivitas tanaman, dan kualitas hasil panen. Data tabel merangkum perlakuan, dosis, parameter tanah, dan hasil pengukuran yang siap ditampilkan di situs web untuk publikasi dan pemanfaatan praktis. Bisa dilihat pada tautan riset di bawah ini untuk informasi lebih rinci mengenai kegiatan penelitian pupuk dan amelioran.
Daftar Penelitian Pupuk dan Amelioran
| Judul Riset | Ringkasan Riset | PJ / Email / Telp |
| Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu (Bagasse) sebagai Kompos Blok dan Biokompos Blok | Riset ini mengkaji potensi ampas tebu (bagasse) sebagai bahan baku untuk produksi kompos blok dan biokompos blok yang distandarisasi untuk aplikasi hortikultura (bawang merah). Meliputi formulasi proses komposting, karakterisasi biochar/kompos, uji rumah kaca dan lapang, serta analisis pra- dan paska-aplikasi terhadap parameter tanah kunci (N total, P tersedia, K tersedia, C-organik, KTK, pH). Evaluasi dosis (mis. 10 t/ha dalam bentuk blok), metode aplikasinya, serta analisis biaya manfaat dilakukan untuk menghasilkan protokol teknis dan rekomendasi adopsi skala petani. | Triyani Dewi triyani.dewi@brin.go.id |
| Optimasi produktivitas sorgum/bawang merah melalui aplikasi urea berlapis biochar diperkaya mikroba dan amelioran organik | Penelitian mengembangkan urea berlapis biochar diperkaya mikroba (slow-release + habitat mikroba) untuk meningkatkan efisiensi N dan produktivitas sorgum/bawang merah. Metodologi: uji lapang RAK dengan beberapa tingkat dosis, monitoring populasi mikroba, pengukuran emisi N₂O, serta evaluasi agronomis dan komposisi hasil. Tujuan: rekomendasi dosis optimal, bukti pengurangan kehilangan N, dan pijakan penerapan pupuk hayati-terintegrasi untuk pemupukan presisi yang lebih ramah lingkungan. | Hidayatuz Zu’amah hida018@brin.go.id aya.zuzun@gmail.com; Elisabeth Srihayu Harsanti elis010@brin.go.id esharsanti@gmail.com |
| Pemanfaatan Spent Bleaching Earth (SBE) sebagai pembenah tanah | Studi menilai SBE (limbah industri minyak) sebagai pembenah untuk lahan jagung terdegradasi: karakterisasi kimia SBE, uji inkubasi untuk menentukan dosis optimal (~482 kg/ha; rekomendasi 600 kg/ha), dan uji lapang untuk menilai pengaruh terhadap pH, C-organik, hasil jagung, dan potensi residu/logam berat. Hasil menunjukkan SBE berpotensi memperbaiki kesuburan tanpa dampak negatif signifikan bila diaplikasikan sesuai rekomendasi, sehingga menawarkan solusi circular-economy untuk limbah industri sekaligus pembenah tanah. | Elisabeth Srihayu Harsanti elis010@brin.go.id esharsanti@gmail.com; Asep Kurnia asep063@brin.go.id |
| Aplikasi Urea Berlapis Arang Aktif untuk Mendukung P2BN | Proyek menguji formulasi urea berlapis arang aktif (slow-release) untuk meningkatkan efisiensi N pada padi: perbandingan lapisan (arang aktif vs sulfur/zeolit), aplikasi petak uji, pengukuran efisiensi N, residu nitrat/nitrit, serta produktivitas padi. Diharapkan urea berlapis arang aktif mengurangi kehilangan N, meningkatkan serapan tanaman, dan menurunkan dampak lingkungan sambil mempertahankan atau meningkatkan hasil panen. | Asep Kurnia asep063@brin.go.id |
| Rekayasa Konsorsium Mikroba Lokal sebagai Solusi Pemupukan Presisi | Riset merancang konsorsium mikroba lokal (penambat N, pelarut P, dan mikroba fungsional lain) untuk meningkatkan ketersediaan hara dan mendukung skema pemupukan presisi pada sistem tumpang-serang (contoh: kentang + tanaman sela). Aktivitas mencakup isolasi mikroba lokal, formulasi inokulan, uji lapang kombinasi dengan pupuk organik/anorganik dosis rendah, serta analisis dampak pada mikrobioma, ketersediaan hara, dan hasil. Tujuan praktis: menurunkan dosis pupuk kimia, meningkatkan efisiensi hara, dan memperbaiki kesehatan tanah. | Delima Napitupulu deli005@brin.go.id delimanapitupulu75@gmail.com |
| Pemanfaatan Biofertilizer untuk Kesuburan Tanah dan Peningkatan Produksi Cabai | Penelitian mengembangkan produk biofertilizer berisi PGPR dan mikroba pelarut fosfat untuk lahan cabai: isolasi, seleksi, formulasi, uji rumah kaca dan lapang. Parameter yang diamati meliputi ketersediaan N,P,K, C-organik, respons pertumbuhan, hasil, dan mutu buah (ukuran, warna, capsaicin). Hasil diharapkan menjadi rekomendasi aplikasi biofertilizer yang mengurangi kebutuhan pupuk kimia dan meningkatkan ketahanan produktif sistem cabai. | Nurmili Yuliani nurm014@brin.go.id nurmili@gmail.com |
| Optimalisasi penggunaan biofertilizer berbasis mikrobioma tanah rawa | Studi ini berfokus pada formulasi dan adaptasi biofertilizer untuk kondisi rawa (anaerobik, masam): karakterisasi mikrobioma rawa, screening mikroba toleran kondisi ekstrem, formulasi khusus, dan uji lapang pada komoditas seperti cabai rawit. Output: rekomendasi biologis spesifik lokasi untuk meningkatkan efisiensi P/N dan produktivitas di lahan basah tanpa merusak ekosistem gambut/ rawa. | Nurmili Yuliani nurm014@brin.go.id nurmili@gmail.com |
| Penapisan kapang endofit sebagai agen biofertilizer | Riset menyeleksi kapang endofit dari tanaman hortikultura (pakcoy, cabai, bawang merah) untuk menjadi agen biofertilizer: isolasi, pengujian sifat PGP (fitohormon, pelarutan P, toleransi stres), formulasi inokulan, dan uji rumah kaca/lapang. Fokus pada aplikasi perakar (seed coating/root dip/soil drench) untuk meningkatkan biomassa, pertumbuhan, dan ketahanan tanaman terhadap stres. Kandidat endofit diharapkan memberikan solusi biologis yang aman dan efektif. | Herlina Nanny Salamba herl012.brin@go.id nanny.2231@gmail.com |
| Teknologi fosfat alam untuk meningkatkan produktivitas jagung | Proyek mengevaluasi sumber fosfat alam sebagai alternatif pupuk P untuk lahan jagung dengan P tersedia rendah: karakterisasi material, aplikasi di lahan tadah hujan, dan analisis respons ketersediaan P tanaman serta hasil panen. Diharapkan diperoleh rekomendasi dosis dan bentuk aplikasi fosfat alam yang cost-effective untuk meningkatkan serapan P dan produktivitas jagung di sentra produksi. | Asep Kurnia asep063@brin.go.id |
| Formulasi organomineral berbasis fly ash untuk meningkatkan produktivitas lahan kering dataran tinggi | Riset mengembangkan bahan organomineral memanfaatkan fly ash dan bahan organik untuk meningkatkan ketersediaan P, K, Si, serta C-organik di lahan kering dataran tinggi; uji dosis 0–40 t/ha diaplikasikan sebelum tanam (bawang merah/padi). Evaluasi meliputi perubahan sifat tanah, pertumbuhan tanaman, komponen hasil, dan keamanan (logam berat). Outcome: formula aman dan rekomendasi dosis guna meningkatkan produktivitas lahan marginal. | Ismon L ismo002@brin.go.id ismonlenin62@gmail.com |
| Potensi Ekstrak Biochar dalam Mendukung Produktivitas Tanah yang Berkelanjutan | Riset mengevaluasi efek ekstrak biochar (konsentrasi 0.1–1%) dan kompos (10 t/ha) pada sifat kimia tanah, KTK, retensi air, dan respons bawang merah. Meliputi aplikasi dosis bertingkat, karakterisasi biochar, perubahan sifat tanah, dan uji pertumbuhan/hasil. Target: rekomendasi penggunaan ekstrak biochar sebagai amendment praktis untuk meningkatkan efisiensi pupuk dan daya tahan tanah terhadap degradasi. | Triyani Dewi triyani.dewi@brin.go.id |
| Teknologi ameliorasi dari bahan organik dan anorganik untuk lahan gambut | Studi mengembangkan paket ameliorasi yang mengombinasikan kompos dan fly ash untuk memperbaiki kesuburan dan struktur lahan gambut bagi budidaya bawang merah. Fokus pada perbaikan aerasi/drainase, stabilisasi C-organik, mitigasi keasaman, serta evaluasi dampak pada ketersediaan hara dan hasil. Hasil berupa rekomendasi dosis, metode aplikasi aman, dan praktik restorasi gambut yang selaras dengan produktivitas pertanian berkelanjutan. | Nurhayati nurh046@brin.go.id |
